Rabu, 30 April 2014

PUNIA



Om Swastyastu, Om Awignam Astu Namasidham, Om Anobadrah Kratavo Yantu Wisvatah (ya Tuhan semoga pikiran yang baik datang dari segala arah), Pendengar sedharma yang berbahagia, puja dan puji syukur kita haturkan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa (TYME), karena kita dapat berjumpa dalam acara Renungan Agama Hindu yang disiarkan melalui RRI Nabire. Dalam Tema kita yaitu PUNIA.
…………………………..
Pendengar Umat Sedharma yang berbahagia,
Sebelumnya kita harus paham dan mengerti apa itu punia atau dana punia. Dalam kamus bahasa kawi dikatakan dana punia terdiri dari dua rangkaian kata. Yaitu dana yang berarti Paweweh (pemberian, dan punia berarti berikyasa, laksana becik, paweweh punia. Jadi dana punia artinya adalah paweweh saking manah suci.
...........................................
Pendengar Umat Sedharma yang Saya Cintai,
Berdasarkan uraian dan arti serta makna dari dana punia dapat disimpulkan bahwa arti dari dana punia adalah pemberian yang betul-betul ikhlah dari hati atau pikiran yang bersih (suci). Oleh karena itu untuk supaya bias berdana punia harus mengabdi dan bekerjalah untuk mencari artha sebanyak-banyaknya, sesudah itu capat-cepat mengabdi untuk orang banyak, dan tukarlah harta itu dengan dana punia (kebaikan)
……………………………………
Pendengar Umat Sedharma yang Berbahagia
Untuk kita berdana punia maka hendaknya kita memiliki sesuatu yang kita puniakan, contoh apabila kita memiliki harta atau uang maka saratnya sebelumnya kita berdana punia maka haruslah kita memiliki uang atau harta tersebut. Jadi ibarat kita untuk mencari harta atau mencari uang dalam kehidupan ini haruslah berdasarkan dharma, itulah yang dikatakan hidup ini sangat serba, entah serba mudah, serba sulit atau serba yang lainnya. Kadang pernah kita berfikir setiap hari kita kerja untuk mengumpulkan uang, tetapi uang kita tidak pernak kunjung banyak bahkan selalu kurang, kurang dan kurang. Itulah cirri-ciri orang yang terlalu serakah, sehingga dengan orang berfikir hidup selalu kurang maka dijamin hidupnya tidak akan bahagia, bahkan selalu dirundung kegelisahan bagaimana caranya bias mengumpulkan uang sebanyak-banyaknnya. 
……………………………………… 
Pendengar Umat Sedharma dimanapun berada
Hidup kita ini ibarat seperti bermain bola, dimana bola itu diumpamakan harta atau uang. Maka kita mengejar bola tersebut dengan secepat-cepatnya, tetapi ingat, jangan merebut dengan jalan yang licik atau curang karena kit aakan bias kena kartu merah. Begitu kita dapat merebut bola dengan jujur, maka jangan bola itu kita bawa sendiri karena pasti penonton tidak senang melihat kita membawa bola sendiri. Sehingga apa bila kita yang dapat mengendalikan bola maka hendaknya kita mengoper bola tersebut ke orang yang lebih membutuhkan atau memerlukan sehingga kesamaan dan saling merasakan dapat terjalin. Demikianlah harta atau uang itu sendiri, maka carilah harta (uang) secepat-cepatnya tetapi jangan dengan curang atau licik seperti mencuri, korupsi, membohongi orang dan sebagainnya, setelah kita mendapatkan uang, maka segeralah di sumbangkan atau untuk berdana punia.  
……………………………………..  
Pendengar Umat Sedharma yang berbahagia
Seperti yang telah saya sampaikan tadi, bahwasanya dana punia adalah pemberian atau pengorbanan yang didasari dengan hati yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Oleh karena itu, bapak, ibuk dan umat sedharma bentuk dana punia ada dua macam antara lain:
1.      Dana punia yang berbentuk spiritual. Dana puni dalam bentuk spiritual ini sering disebut juga dengan istilah mahati dana yaitu pemberian atau pengorbanan yang bersifat rohani. Seperti misalnya:
a.       Memberikan nasehat-nasehat kepada orang yang sedang dirundug malang atau masalah.
b.      Memberikan nasehat-nasehat kepada orang yang lupa akan dirinya atau ibaratnya orang yang sedang lupa daratan.
c.       Menuntun orang yang sedang jatuh ke lembah neraka (orang yang banyak berbuat adharma).
d.      Menuntun dan membesarkan jiwa seseorang yang sedang mengalami kekecewaan dan goncanganjiwa yang sangat mendalam.
Berikutnya dana punia yang berbentuk material: 
2.      Dana punia yang berbentuk material yaitu pemberian atau pengorbanan yang berbentuk fisik atau berwujud barang (bersifat jasmani). Dana punia dalam bentuk materiil ini dibedakan menjadi:
a.       Druweya dana, yaitu dana punia atau pengorbanan harta benda atau milik yang dimiliki seperti: pakaian (sandang), bahan makanan (pangan), uang dan lain sebagainnya.
b.      Sarira dana yaitupengorbanan yang dilakukan dengan pengorbanan diri sendiri.
c.       Priya dana yaitu pengorbanan yang dilakukan dengan mengorbankan anak istri, suami dalam dalam membela kebenaran dan membela tanah air.
d.      Adhaya dana yaitu pengorbanan yang dilakukan dengan mengorbankan diri terhadap orang lain dari ancaman bahaya.
………………………………..
Pendengar Umat Sedharma Yang Saya Cintai
Itulah bentuk-bentuk dari pada dana punia yang dapat kita lakukan, jadi dana punia tidak harus dengan materi, fisik atau berupa uang, melainkan dana punia itu sifatnya global atau universal, sehingga apa bila kita ingin berdana punia tetapi tidak memiliki harta benda kita dapat menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya, sehingga tidak ada alasan untuk kita tidak berbuat baik. Itulah yang harus kita pahami, bahwasanya untuk berdana punia kita memberikan apa yang kita miliki dan semampu kita, asalkan apa yang kita beri itu harus dilandasi atau didasari dengan tulus ikhlas. Jadi sesuatu yang kita berikan berdasar pada tulus ikhlas, maka kita tidak merasa tertekan atau terpaksa.    
...............................................................
Pendengar umat sedharma yang berbahagia
Setelah berbuat pasti selalu mendatangkan hasil, jadi perbuatan baik akan mendatangkan kebahagiaan atau kesukaan, dan perbuatan tidak baik akan mendatangkan penderitaan atau kedukaan. Seperti halnya contoh seorang pencuri, begitu dia dapat mencuri uang senilai satu juta rupiah, maka ia akan gembira dan mengunakan hasil curianya untuk foya-foya, tetapi setelah dia habiskan hasil curiannya itu untuk senang senang-senang maka setelah itu ia akan mendapatkan musibah, entah ketahuan dengan pemiliknya atau di alangsung dilaporkan ke polisi, sehingga dia akan diadili sesuai dengan perbuatannya. Maka sekali lagi mumpung kita diberi rejeki dan badan yang sehat hendaknya kita dapat memberikan sedikit apa yang kita meiliki untuk orang yang lebih membutuhkan.      
...........................................................................
Pendengar Umat Sedharma Yang Cintai  
Demikian yang dapat saya sampaikan, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Sang Hyang Widhi senantiasa melindungi dan menganugrahkan kesehatan bagi umatnya.
 Lokasamasta sukhino bhawantu”.
Semoga seluruh isi alam berbahagia
OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM .
…………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar