Om Swastyastu,
Om Awignam Astu Namasidham, Om Anobadrah Kratavo Yantu Wisvatah (ya Tuhan semoga
pikiran yang baik datang dari segala arah), Pendengar sedharma yang berbahagia,
puja dan puji syukur kita haturkan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa (TYME),
karena kita dapat berjumpa dalam acara Renungan Agama Hindu yang disiarkan
melalui RRI Nabire. Dalam Tema kita yaitu
PUNIA.
…………………………..
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia,
Sebelumnya kita
harus paham dan mengerti apa itu punia atau dana punia. Dalam kamus bahasa kawi
dikatakan dana punia terdiri dari dua rangkaian kata. Yaitu dana yang berarti Paweweh (pemberian, dan punia berarti berikyasa,
laksana becik, paweweh punia. Jadi dana punia artinya adalah paweweh saking
manah suci.
...........................................
Pendengar
Umat Sedharma yang Saya Cintai,
Berdasarkan uraian dan arti serta makna dari
dana punia dapat disimpulkan bahwa arti dari dana punia adalah pemberian yang
betul-betul ikhlah dari hati atau pikiran yang bersih (suci). Oleh karena itu
untuk supaya bias berdana punia harus mengabdi dan bekerjalah untuk mencari
artha sebanyak-banyaknya, sesudah itu capat-cepat mengabdi untuk orang banyak,
dan tukarlah harta itu dengan dana punia (kebaikan)
……………………………………
Pendengar
Umat Sedharma yang Berbahagia
Untuk kita berdana punia maka hendaknya kita
memiliki sesuatu yang kita puniakan, contoh apabila kita memiliki harta atau
uang maka saratnya sebelumnya kita berdana punia maka haruslah kita memiliki
uang atau harta tersebut. Jadi ibarat kita untuk mencari harta atau mencari
uang dalam kehidupan ini haruslah berdasarkan dharma, itulah yang dikatakan
hidup ini sangat serba, entah serba mudah, serba sulit atau serba yang lainnya.
Kadang pernah kita berfikir setiap hari kita kerja untuk mengumpulkan uang,
tetapi uang kita tidak pernak kunjung banyak bahkan selalu kurang, kurang dan
kurang. Itulah cirri-ciri orang yang terlalu serakah, sehingga dengan orang
berfikir hidup selalu kurang maka dijamin hidupnya tidak akan bahagia, bahkan
selalu dirundung kegelisahan bagaimana caranya bias mengumpulkan uang
sebanyak-banyaknnya.
………………………………………
Pendengar
Umat Sedharma dimanapun berada
Hidup kita ini
ibarat seperti bermain bola, dimana bola itu diumpamakan harta atau uang. Maka
kita mengejar bola tersebut dengan secepat-cepatnya, tetapi ingat, jangan
merebut dengan jalan yang licik atau curang karena kit aakan bias kena kartu
merah. Begitu kita dapat merebut bola dengan jujur, maka jangan bola itu kita
bawa sendiri karena pasti penonton tidak senang melihat kita membawa bola
sendiri. Sehingga apa bila kita yang dapat mengendalikan bola maka hendaknya
kita mengoper bola tersebut ke orang yang lebih membutuhkan atau memerlukan
sehingga kesamaan dan saling merasakan dapat terjalin. Demikianlah harta atau
uang itu sendiri, maka carilah harta (uang) secepat-cepatnya tetapi jangan
dengan curang atau licik seperti mencuri, korupsi, membohongi orang dan
sebagainnya, setelah kita mendapatkan uang, maka segeralah di sumbangkan atau
untuk berdana punia.
……………………………………..
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Seperti yang
telah saya sampaikan tadi, bahwasanya dana punia adalah pemberian atau pengorbanan
yang didasari dengan hati yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Oleh karena itu,
bapak, ibuk dan umat sedharma bentuk dana punia ada dua macam antara lain:
1.
Dana punia yang berbentuk spiritual. Dana puni dalam
bentuk spiritual ini sering disebut juga dengan istilah mahati dana yaitu
pemberian atau pengorbanan yang bersifat rohani. Seperti misalnya:
a.
Memberikan nasehat-nasehat kepada orang yang sedang
dirundug malang atau masalah.
b.
Memberikan nasehat-nasehat kepada orang yang lupa akan
dirinya atau ibaratnya orang yang sedang lupa daratan.
c.
Menuntun orang yang sedang jatuh ke lembah neraka
(orang yang banyak berbuat adharma).
d.
Menuntun dan membesarkan jiwa seseorang yang sedang
mengalami kekecewaan dan goncanganjiwa yang sangat mendalam.
Berikutnya dana punia
yang berbentuk material:
2.
Dana punia yang berbentuk material yaitu pemberian atau
pengorbanan yang berbentuk fisik atau berwujud barang (bersifat jasmani). Dana
punia dalam bentuk materiil ini dibedakan menjadi:
a.
Druweya dana, yaitu dana punia atau pengorbanan harta
benda atau milik yang dimiliki seperti: pakaian (sandang), bahan makanan
(pangan), uang dan lain sebagainnya.
b.
Sarira dana yaitupengorbanan yang dilakukan dengan
pengorbanan diri sendiri.
c.
Priya dana yaitu pengorbanan yang dilakukan dengan mengorbankan
anak istri, suami dalam dalam membela kebenaran dan membela tanah air.
d.
Adhaya dana yaitu pengorbanan yang dilakukan dengan
mengorbankan diri terhadap orang lain dari ancaman bahaya.
………………………………..
Pendengar
Umat Sedharma Yang Saya Cintai
Itulah bentuk-bentuk dari pada dana punia
yang dapat kita lakukan, jadi dana punia tidak harus dengan materi, fisik atau
berupa uang, melainkan dana punia itu sifatnya global atau universal, sehingga
apa bila kita ingin berdana punia tetapi tidak memiliki harta benda kita dapat
menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya, sehingga tidak ada
alasan untuk kita tidak berbuat baik. Itulah yang harus kita pahami, bahwasanya
untuk berdana punia kita memberikan apa yang kita miliki dan semampu kita,
asalkan apa yang kita beri itu harus dilandasi atau didasari dengan tulus
ikhlas. Jadi sesuatu yang kita berikan berdasar pada tulus ikhlas, maka kita
tidak merasa tertekan atau terpaksa.
...............................................................
Pendengar umat
sedharma yang berbahagia
Setelah berbuat pasti selalu mendatangkan hasil,
jadi perbuatan baik akan mendatangkan kebahagiaan atau kesukaan, dan perbuatan
tidak baik akan mendatangkan penderitaan atau kedukaan. Seperti halnya contoh
seorang pencuri, begitu dia dapat mencuri uang senilai satu juta rupiah, maka
ia akan gembira dan mengunakan
hasil curianya untuk foya-foya, tetapi setelah dia habiskan hasil curiannya itu
untuk senang senang-senang maka setelah itu ia akan mendapatkan musibah, entah
ketahuan dengan pemiliknya atau di alangsung dilaporkan ke polisi, sehingga dia
akan diadili sesuai dengan perbuatannya. Maka sekali lagi mumpung kita diberi
rejeki dan badan yang sehat hendaknya kita dapat memberikan sedikit apa yang
kita meiliki untuk orang yang lebih membutuhkan.
...........................................................................
Pendengar
Umat Sedharma Yang Cintai
Demikian
yang dapat saya sampaikan, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Sang Hyang
Widhi senantiasa melindungi dan menganugrahkan kesehatan bagi umatnya.
“Lokasamasta
sukhino bhawantu”.
Semoga seluruh
isi alam berbahagia
OM SANTIH,
SANTIH, SANTIH OM .
…………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar