OM SWASTYASTU, Om
Awignamastu Namo Sidham, Om siddhir astu
tat astu svaha, Om Sukham bhavantu, purnam bhavantu, Manggalam astu, tat astu
svaha. Saudara Sedharma
yang berbahagia Selamat pagi dan selamat berjumpa kembali dalam
acara Santapan Rohani Agama Hindu yang disiarkan melalui RRI Nabire. Mengawali
jumpa kita pagi ini, marilah kita menghaturkan puja dan puji syukur kehadapan
Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) karena atas asung kerta
wara nugraha-Nya kita dapat berjumpa kembali dalam acara santapan rohani agama
Hindu. Pendengar sedharma Topik kita pagi ini yadalah “SRADHA ATAU KEYAKINAN”.
……..
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia,
Keyakinan atau
yang lebih dikenal dalam agama Hindu adalah sradha. Kita sebagai manusia yang
beragama maka pastilah kita memiliki keyakinan dan kepercayaan yang intinya
kita percaya dengan adanya TYME atau Ida Sang Hyang Widi Wasa. Dalam kitab suci
agama Hindu (Weda) dikatakan tujuan agama Hindu disebut dengan istilah “Moksartham Jagadhita ya ca iti
dharma”, yang artinya agama adalah
bertujuan untuk mencapai “moksa” (kebahagiaan) rohani dan “jagadhita”
(kesejahtraan) hidup untuk semua makhluk. Begitu juga Agama Hindu memiliki
kerangka dasar atau aspek-aspek agama, yang jumlahnya ada tiga yaitu: Tattwa (Filsafat),
Susila (Ethika), dan Upacara (Ritual) atau yang lebih dikenal dengan tiga
krangka dasar agama Hindu. Ketiga kerangka daras agama Hindu tersebut adalah
merupakan satu kesatuan yang utuh dengan yang lainya.
Dalam agama Hindu,
tattwa juga termasuk salah satu kepercayaan. Dan Kepercayaan itu juga dikenal
dengan istilah “sradha”.dengan demikian Ada lima macam keyakinan yang dianut
oleh umat Hindu yang disebut dengan “Panca Sradha”. Jadi panca sradha berarti
lima macam keyakinan/kepercayaan atau keimanan yang harus dipedomani oleh
setiap umat Hindu dalam hidup dan kehidupannya.
………………………………
Pendengar
Umat Sedharma yang Saya Cintai,
Panca sradha atau lima keyakinan dalam agama Hindu
itu antara lain:
- Percaya dengan Sang Hyang Widhi (Brahman)
- Percaya dengan adanya Atma (Atman)
- Percaya dengan adanya Karma Phala (Karman)
- Percaya dengan adanya Punarbhawa (Samsara) dan yang terakir
- Percaya dengan adanya Moksa.
Pertama, percaya dengan adanya Sang Hyang
Widi atau Widhi Tattwa. Tujuan agama Hindu adalah mencapai kesejahtraan duniawi
dan kebahagiaan rohani. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dengan cara empat
jalan yang disebut catur marga. Di antara keempat jalan itu, bhakti marga
bhakti yoga yaitu sujud kepada Tuhan adalah jalan yang termudah. Dengan jalan
bhakti tidak memerlukan kebijaksanaan yang tinggi atau jenana. Oleh sebab itu
maka sebagian besar umat manusia dapat melaksanakan cara tersebut. Demikian
untuk menimbulkan rasa bhakti kita kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
yang berwujud sukma, maka kita harus yakin dahulu dengan adanya Tuhan.
Keyakinan dengan adanya Tuhan disebut “Widhi Sradha”. Seseorang tidak mungkin
akan dapat sujud bhakti kepada Tuhan apabila kita tidak percaya akan adanya
Tuhan. Oleh karena itu maka terlebih dahulu perlu kita harus memiliki “Sradha”
atau keyakinan.
…………………………………..
Pendengar
Umat Sedharma yang Berbahagia
Berikutnya percaya dengan adanya Atman atau Atma
Tatwa. Atma atau dalam bahasa sehari-hari adalah nyawa (roh). Jadi makluk hidup
di dunia ini yang diciptakan oleh Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) pasti
memiliki nyawa, roh atau atman, termasuk manusia juga memiliki atman. Jadi segala
makluk hidup yang memiliki atma maka ia bisa bergerak dan hidup. Oleh karena
itu apa bila kita percaya dengan adanya Tuhan maka kita juga percaya dengan apa
yang menjadi ciptaannya, seperti alam dan seisinya.
………………………….
Pendengar
Umat Sedharma dimanapun berada
Panca sradha yang ke tiga adalah percaya
adanya Hukum Karma Phala (Karma Phala Tattwa). Seperti yang saya sampaikan
minggu lalu dalam siaran yang sama dengan topik hukum karma. Bahwasanya Karma
Phala merupakan hukum sebab akibat, jadi kita berbuat pasti akan ada
imbalannya. Contohnya, seandainya kita mencubit seseorang maka kita akan
dicubit pula, baik dari seseorang itu sendiri atau orang lain yang akan
mencubit kita. Jelas bahwasanya segala gerak atau aktivitas dalam hidup ini,
maka akan menghasilkan sesuatu yang disesuaikan dengan karma wasana kita
masing-masing.
……………………………………….
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Punarbhawa atau samsara yang lebih dikenal
dalam kehidupan sehari-hari dengan kata ringkarnasi atau kelahiran kembali. Kita
sebagai umat Hindu yang memiliki keyakinan atau kepercayaan, maka punarbhawa merupakan
salah satu dari pada lima sradha dalam agama Hindu.
Punarbhawa ini termasuk butir keyakinan dari
panca sradha yang merupakan ajaran agama Hindu yagn tidak dapat kita pungkiri
pula. Punarbhawa berasal dari kata Punar
dan Bhawa. Kata Punar berarti kembali dan kata Bhawa
artinya menjelma atau lahir. Jadi, Punarbhawa adalah kelahiran kembali, atau
berulang kembali menjelma di mayapada yang berhubungan dengan tubuh manusia, dalam
halnya kita mengalami proses lahir, hidup dan mati. Dan datangnya silih
berganti dalam rantai lingkaran proses tersebut.
Menurut darsana Hindu bahwasanya atma yang masih
dibungkus oleh sarira yaitu sthula sarira atau sukma sarira, selama itu atma
tetap dipengaruhi oleh unsur maya. Dengan adanya pengaruh maya ini maka
menyebabkan atma itu menjadi awidya dan tetap terikat oleh hukum karma. Dengan
demikian Hukum karma tidak saja berpengaruh pada kehidupan di mayapada tetapi
sampai juga di akhirat atau tidak terbatas serta berkelanjutan. Kita ketahui
bahwasanya karma itu beraneka ragam. Oleh karena itu phalanya menjadi beraneka
ragam pula yang harus menyertainya dan harus diterima oleh subyeknya atau kita sebagai
manusia yang memiliki karma itu sendiri. Mungkin pula diterima semasih hidup di
mayapada ini dan mungkin pula diterima di akhirat nanti setelah mengalami
kehidupan di akhirat, kemudian menjelma membali itulah yang disebut sasmsara.
Dengan demikian jelas bahwasanya hubungan karma phala dengan samsara itu
sendiri.
……………………………
Pendengar
Umat Sedharma yang saya cintai
Percaya dengan adanya moksa, atau dalam arti bersatunya
atma dengan brahmana sehingga akan tercapai keadaan yang Sat Cit Ananda yaitu kebahagiaan yang abadi, itulah hal yang
dinamakan moksa. Moksa merupakan salah satu bagian dari panca srada yang
merupakan pokok keimanan dalam agama Hindu. Dalam agama Hindu istilah moksa
disamakan artinya dengan mukti atau kelepasan. Jadi moksa merupakan tujuan tertinggi
dalam hidup setiap manusia, yang pencapaiannya didasarkan pada cinta kasih dan
ketidak terikatan. Hal ini sangat sulit, maka itu pencapaian yang mesti
ditempuh adalah melalui usaha dan niat yang sunguh-sungguh yang didasarkan pada
kitab suci serta dalam hidup ini harus berjalan sesuai dharma.
……………………………
Pendengar
Umat Sedharma di manapun berada
Itulah lima kepercayaan bagi umat Hindu, atau
dalam weda disebut dengan panca srada. Jadi dari kelima hal tersebut tidak
dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya, melainkan satu sama lainnya saling
berkaitan dan berkesinambungan. Dari percaya adanya Brahman atau Tuhan (Ida
Sang Hyang Widhi Wasa) kemudian percikan terkecil dari Brahman adalah Atman, Atman
tidak dapat dipisahkan dengan Karma atau Karma Phala. Dari Karma Phala Maka
kita akan terlahirkan kembali ke dunia ini, itu yang dikatakan dengan Samsara (Ringkarnasi)
dan apa bila karma kita baik dalam kehidupan, maka kita biasa bersatu dengan
Brahman itulah yang dikatakan moksa yaitu tujuan akhir umat Hindu atau dalam
bahasa sansekertanya adalah “Moksatam Jagathita Ya ca Iti Dharma”.
Pendengar umat sedharma yang saya bangakan itulah pilar atau keyakinan dalam
agama Hindu. Jadi kita sebagai umat hindu maka wajib dan harus mempercayai
panca sradha sebagai pedoman hidup ini.
……………………………………….
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Demikian yang
dapat saya sampaikan, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Sang Hyang
Widhi Wasa senantiasa melindungi dan menganugrahkan kesehatan bagi umatnya.
“Lokasamasta
sukhino bhawantu”.
Semoga seluruh
isi alam berbahagia
OM SANTIH,
SANTIH, SANTIH OM .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar