Om Swastyastu,
Om Awignam Astu Namasidham, Om Anobadrah Kratavo Yantu Wisvatah (ya Tuhan semoga
pikiran yang baik datang dari segala arah), Pendengar sedharma yang berbahagia,
puja dan puji syukur kita haturkan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa (TYME),
karena kita dapat berjumpa dalam acara Santapan Rohani Agama Hindu yang
disiarkan melalui RRI Nabire bersama saya Wahyu
Diantoro. Adapun Tema kita pagi ini
adalah PENERAPAN TRI HITA KARANA.
……..
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia,
Sebelum saya
menyampaikan banyak tentang penerapan Tri Hita Karana, hendaknya kita
bersama-sama memahami apa itu Tri Hita Karana. Dalam agama Hindu mengenal adanya
tiga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (sang pencipta),
manusia dengan manusia dan manusia dengan alam sekitarnya. Tiga hubungan tersebut
itulah yang di kenal dengan Tri Hita Karana.
Tri Hita Karana merupakan suatu
konsep atau ajaran dalam agama Hindu yang selalu meninitik beratkan bagaimana
antara sesama bisa hidup secara rukun dan damai, Tri Hita Karana biasa di
artikan Secara simpel berarti tiga penyebab kesejahteraan atau yang lebih
dikenal dengan tiga hubungan yang harmonis. Yang mana Tri yang artinya tiga,
Hita yang artinya sejahtera, dan Karana yang artinya penyebab. Pada hakikatnya
Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan dan itu
bersumber pada keharmonisan hubungan Tri Hita Karana adalah tiga macam hal yang
menyebabkan terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran. adapun tiga hal tersebut
adalah Parhayangan, Pawongan, dan Palemahan.
Pendengar
Umat Sedharma yang Saya Cintai,
Sering kita
melupakan arti dari kerharmonisan dan saling menghormati, sehingga satu sama
lain saling merugikan serta tidak pernah mempedulikan satu sama lain. Belum
lama kita bersama telah merasakan dan menyaksikan betapa hebatnya kekuasaan
Tuhan (Ida Sang Hyang Widi Wasa), hanya dengan hitungan detik Beliau dapat
menglululantahkan alam jagat raya ini, seperti bencana Wasior kemudian di
sambung dengan tsunami di Sumatra dan terakhir bencana merapi di Jawa Tengah.
Itu semua merupakan teguran kepada kita, agar kiranya kita selalu mengingat dan
memuja kebesaran Tuhan (Ida Sang Hyang Widi Wasa) serta saling mengasihi satu
sama lain.
Dalam Bhagawad Gita (IX.14) dikatakan bahwa :
“Satatam kirtayatom mam
Yatantas ca drsha vrtatah
Namasyantas ca mam bhatya
Ni tyayuktah upsate”.
Yang artinya adalah :
Berbuatlah selalu hanya untuk
memuji-Ku dan lakukanlah tugas pengabdian itu dengan tiada putus-putusnya.
Engkau yang memujaku dengan tiada henti-hentinya itu serta dengan kebaktian yang
kekal adalah dekat degan-Ku.
Disamping
itu rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa akan timbul dalam hati manusia
berupa sembah, puji-pujian, doa penyerahan diri, rasa rendah hati dan rasa
berkorban untuk kebaikan. Kita sebagai umat manusia yang beragama dan bersusila
harus menjunjung dan memenuhi kewajiban, antara lain cinta kepada kebenaran,
kejujuran, keikhlasan dan keadilan.
Dengan demikian jelaslah begaimana
hubungan antara Sang Hyang Widi dengan alam semesta ini, khususnya antara
beliau dengan manusia. Maka dengan demikian hubungan ini harus dipupuk dan
ditingkatkan terus kearah yang lebih tinggi dan lebih suci lahir bhatin. Sesuai
dengan swadharmaning umat yang religius, yakni untuk dapat mencapai moksartam
jagad hita ya ca itri dharma, yakni kebahagiaan hidup duniawi dan
kesempurnaan kebahagiaan rohani yang langgeng (moksa), maka sesuai dengan tujuan agama Hindu satyam evam jayate
na anteram (kebenaran selalu
menang).
Pendengar
Umat Sedharma yang Berbahagia
Tri Hita Karana
yang menegaskan hubungan harmonis antara manusia dengan manusia inilah yang
sering kita lewatkan dan kita kesampingkan. Padahal hal ini penting untuk kita
jaga, kita rawat dan kita junjung. Kita sebagai manusia yang tidak bisa hidup
sendiri dan kita saling membutuhkan maka hendaknya kita dapat menghargai satu
sama lain dan mencintai perbedaan, serta kiraya kita harus bisa menerima
kekurangan dan kelebihan masing-masing orang, sehingga apa bila kita semua bisa
saling menghargai dan menghormati, maka niscaya perdamaian di atas dunia ini
akan terlaksana. Kita bersama menyadari, konflik sesama manusia yang terjadi
muka bumi ini tidak pernah ada henti-hentinya itu terjadi tidak hanya dengan
sendirinya, melainkan ada asap maka ada api, jadi konflik serta bencana sosial
yang terjadi pasti ada sebab dan penyebabnya. Bencana sosial yang terjadi di
timur tengah yang sampai akhir ini belum usai itu tidak semata-mata terjadi
dengan sendirinya, melainkan peran komunikasi serta koordinasi yang tidak dapat
terbangun sehingga konflik itu terjadi. Maka inti dari hubungan yang harmonis
antara manusia dengan manusia adalah komunikasi.
Pendengar
Umat Sedharma dimanapun berada
Sering pula kita
remehkan peran dari pada alam itu sendiri, sehingga kita seolah tidak peduli
dan selalu mengorbankan alam untuk kepentingan dan napsu serakah kita semata.
Sehingga akibatnya bencana banjir di kota-kota besar serta erosi dan tanah
longsor itu karena kita tidak bisa merawat dan melindungi alam itu sendiri.
Kadang kita semua meyepelekan membuang sampah di selokan atau sungai sehingga
selokan dan sungai itu tersumbat dan mengakibatkan banjir, begitu juga dengan
kita menebang pohon sembarangan dan tidak menanamkan lagi, sehingga longsor tidak
dapat kita hindrai. Itulah sebab kenapa kita harus menjaga dan menyayangi alam
di sekeliling kita. Sebelum Tuhan (Ida Sang Hyang Widi Wasa) menciptakan
manusia, Beliau menciptakan alam terlebih dahulu, kenapa Tuhan menciptakan alam
dahulu? Karena untuk menunjang kehidupan manusia, tetapi yang perlu diingat
oleh kita bersama, kita dapat mengunakan atau memanfaatkan isi alam tetapi
jaganlah kita serakah utuk mengunakan itu semua.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Jelas bahwasanya
hubungan atau relasi dari tiga unsur itu penting dan harus kita jaga, sehingga
kita hidup di alam yang serba nyata dan merupakan titipan dari pada ida sang
hyang widi wasa. Maka haruslah kita bersama-sama menjalin hubungan yang baik
kepada Sang pencipta Ida Sang Hyang Widi Wasa, kepada sesama manusia, serta
hubungan yang baik dan saling menjaga antara kita dengan alam dan seisinya.
Sehingga niscaya keharmonisan akan terjalin diantara kita sesama dan tidak ada
bencana, konflik sesama kita dan masalah-masalah lain yang bersumber dari
manusia itu sendiri
Pendengar
Umat Sedharma yang cintai
Demikian yang
dapat saya sampaikan, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Sang hyang
Widhi senantiasa melindungi dan menganugrahkan kesehatan bagi umatnya.
“Lokasamasta
sukhino bhawantu”.
Semoga seluruh
isi alam berbahagia
OM SANTIH,
SANTIH, SANTIH OM .
…………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar