Om
Swastyastu, Om Awignam Astu Namosidham, Om Anobadrah Kratavo yantu wisvatah (ya
Tuhan semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru), Saudara Pendengar
sedharma dimanapun anda berada, selamat malam dan selamat bergabung kembali
dalam acara renungan Agama Hindu yang disiarkan melali RRI Nabire, Pertama –
tama marilah kita menghaturkan puja dan puji syukur kepada Sang Hyang Widhi
Wasa (TYME), Atas Anugrah kesehatan dan perlindungan yang telah Beliau
limpahkan kepada kita semua. Pendengar sedharma Topik kita pagi ini adalah “CATUR PURUSA ARTHA”.
……..
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia,
Dalam kita
hidup beragama kita memiliki tujuan yang kita ingin capai. Tujuan itu secara
umum adalah untuk mencapai kebahagiaan Jasmani dan rohani yang dalam bahasa
Weda dinyatakan dengan “Atmanam Sariram
Moksartam Jagad hita ya ca iti dharma” yang artinya bahwa tujuan hidup kita
adalah untuk mencapai kesejahteraan jasmani dan memperoleh kebahagiaan atma
berlandaskan ajaran Dharma.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Tujuan hidup
kita seperti yang telah saya uraikan didepan adalah bersifat umum, tujuan ini
kemudian dijabarkan dalam ajaran Catur Purusa Artha yaitu empat tujuan Hidup
manusia menurut ajaran Agama Hindu. Seperti penjelasan catur Purusa artha tadi
bahwa tujuan hidup manusia ada empat
yang terdiri dari Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Keempat tujuan hidup
ini saling berkaitan dan tidak bisa kita capai hanya salah satu dari keempat
tujuan hidup ini.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Tujuan hidup
pertama disebut Dharma, yaitu kebajikan atau kebenaran. Jadi dharma ini
merupakan landasan bagi umat Hindu untuk mencapai tujuan – tujuan hidup yang
lain. Pencapaian tujuan hidup ini tidak boleh menyimpang dari ajaran kebenaran
yang tertuang dalam kitab suci Weda dan Pustaka suci lainnya yang mengacu pada
Kitab Suci Weda.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Tujuan yang
kedua disebut Artha atau harta. Jadi untuk mendapatkan harta ini haeus
berlandaskan Dharma atau kebajikan, kita tidak dibenarkan mendapatkan harta
dengan cara yang menyimpang dari dharma, apalagi mengambil atau merampas harta
orang lain untuk kesenangan diri kita pribadi. Dalam menjalani hidup di mayapada
ini kita membutuhkan harta untuk memenuhi kebutuhan hidup, jadi harta adalah
sarana bagi kita untuk mendapatkan tujuan atau cita – cita yang ingin kita
capai. Arta atau kekayaan bukan tujuan akhir, jadi harta yang telah umat
sedharma miliki harus difungsikan dengan sebaik – baiknya. Dan menurut Kitab
Saracamuscaya harta yang kita miliki harus kita gunakan dalam tiga bidang
yaitu, untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk yadnya (kegiatan sosial keagamaan;
bersedekah, melaksanakan upacara yadnya dsb) dan untuk mengembangkan usaha
untuk mendapatkan artha. Jadi bila harta yang kita miliki harus kita atur dalam
tiga hal ini.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Tujuan ketiga
disebut Kama yang artinya keinginan. Keinginan ini sangat banyak dan setiap
orang memilikinya, bahkan keinginan – keinginan ini tidak pernah habis dari
diri kita. Harta/ kekayaan yang kita milikipun tidak akan mampu memenuhi
keinginan yang ada dalam pikiran kita, bahkan bila seluruh dunia ini ada dalah
genggaman kita belum mampu memenuhi keinginan satu orang saja. Jadi keinginan
ini harus kita kendalikan dan harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita
miliki.
Pendengar
Umat Sedharma yang berbahagia
Bila
keinginan ini tidak kita kendalikan maka ia akan menjadi musuh berat dalam diri
kita. Dalam ajaran Agama hindu kita mengenal ajaran Sadripu yaitu enam musuh
dalam diri manusia dan musuh yang pertama adalah kama atau keinginan. Jadi bila
keinginan ini tidak kita kendalikan maka bisa ia menjadi musuh yang
menghancurkan diri kita dan sendiri dan menjerumuskan kita pada kesengsaraan
(Naraka). Kitab Bhagawad Gita pun menyatakan bahwa Kama/ keinginan merupakan
salah satu pintu yang dapat menjerumuskan kita ke alam Neraka (Penderitaan).
Sebagai contoh bapak/ ibu dan pendengar
sedharma dapat membuktikan sendiri dengan keinginan – keinginan kita masing
– masing bagaimana bila kita punya keinginan yang ingin kita capai, tapi sarana
untuk memenuhi keinginan itu tidak ada atau kita tidak memiliki artha untuk
membeli barang yang kita inginkan? Pikiran kita jadi gelisah dan pasti kita
tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena keinginan itu belum tercapai.
Pendengar sedharma para bhakta
terkasih,
Tujuan
keempat adalah Moksa yaitu kebahagaiaan rohani. Kebahagiaan ini adalah tujuan
akhir dari seluruh kehidupan kita ini. Kondisi ini akan kita capai kita Sang
Jiwa yang mendiami badan kita mampu menyatu dengan Jiwa alam Semesta, Pencipta
segala yang tercipta. Kondisi bahagia ini dapat kita analogikan seperti orang
yang berjalan dipadang pasir yang kehausan ketika mendapat setengguk air dia
akan merasa bahagia. Jadi ketika jiwa kita haus akan setengguk air kebahagiaan
maka tidak ada jalan lain selain mendekatkan diri kepada Sanghyang Widhi Wasa
melalui tuntunan Guru spiritual dan mengikuti petunjuk Beliau. Dan seorang guru
kerohaniaan yang sudah mengalami realisasi kebahagiaan rohani tidak akan
menyesatkan kita dalam kesenangan duniawi. Karena beliau tidak saja membacakan
petunjuk dalam kitab suci tetapi beliau telah membuktikan kebenaran yang
tertuang dalam kitab suci.
Pendengar sedharmapara bhakta
terkasih,
Keempat tujuan
hidup ini adalah saling terkait dan tidak bisa salah satu saja yang dipenuhi,
oleh karena itu sebagai kesimpulan dan ajakan bagi kita semua bahwa apapun yang
kita lakukan untuk mendapatkan harta, untuk memenuhi keinginan harus
berdasarkan ajaran Dharma dan Harta/kekayaan serta keinginan yang kita miliki
harus kita arahkan untuk mendapatkan kebahagiaan jasmani dan rohani
berlandaskan ajaran kebenaran yang termuat dalam Kitab Weda.
Pendengar sedharma yang berbahagia,
Demikian yang
dapat saya sampaikan dalam acara kita malam ini, semoga dapat bermanfaat bagi
pendengar sedharma
“Om Loka
samastha sukhino bhawantu”
Ya Tuhan Semoga
seluruh isi alam berbahagia.
OM
SANTIH, SANTIH, SANTIH OM .
…………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar